Minggu, 01 November 2015

Harapan dan Kesedihan




Harapan dan kesedihan, adalah dua hal yang terus berdampingan. Karena adanya harapanlah, seseorang mulai optimis dan terbuka masa depannya.

Sementara apabila tercapainya harapan  dalam kemudahan dan mendapatkan kelapangan justru disinilah dibutuhkan kehati-hatian bagi seorang yang Arif karena betapa seringnya orang tergelincir karena kemudahan dan kelapangan. Sedangkan ketika diberi cobaan, hatinya remuk redam dalam sikap penghambaan kepada-Nya, penuh rasa hina dina, fakir, tak berdaya dan lemah.

Betapa seringnya kita raih hikmah-hikmah yang menghantar kita untuk taqarrub (Mendekatkan) diri kepada-Nya dibalik cobaan yang mencekam, yang kita tidak dapatkan ketika kita diberi kelapangan dada, kemudahan dan kesehatan dan murahnya rizki.

Orang Arif Bijak Mengatakan,"“Apabila anda ingin Allah swt membuka pintu harapan padamu, maka lihatlah apa yang dianugerahkan dari-Nya kepadamu. Dan apabila anda ingin Allah membuka pintu kesedihan padamu, maka lihatlah apa yang engkau lakukan bagi-Nya.” Namun, sepanjang  yang disebut harapan, semata juga karena dibuka oleh Allah swt, berupa kepatuhan dan ketaatan kita. Apa pun yang dari Allah swt, senantiasa membuka harapan kita, karena seluruh ketaatan kita, kebajikan kita, semuanya dari Allah,  bukan dari diri kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar